• Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Sobat Seperjuangan ..... Mudah-mudahan dan dengan izin dari Allah SWT, Blog ini dapat menjadi penyambung lidah dan merupakan media Silaturrahim bagi kita semua pejuang Penegakan Syari'at Islam di Bumi Nusantara RI. Amiinn Yaa Rab... Semua kritikan dan saran yang benar-benar memberikan nilai positif demi membangun tali ukhuwah di antara kita sangat kami harapkan. Terima kasih dan Jazaakumullah Ahsanal Jazaa... Wassalam .... PS
  • Blog Stats

    • 77 hits
  • Tulisan Terakhir

  • Arsip

  • Top Posts

  • Top Clicks

    • Tidak ada

MANUSIA & KEMUNAFIKAN

Manusia dalam setiap kelakuan dan perbuatannya pasti dan selalu mengejar dan menuju sesuatu yang terbaik. Terutama demi kemaslahatan dirinya sendiri. Baik dengan cara yang baik ataupun tidak.

Memang manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang mempunyai tanggung jawab. Di mana segala perbuatan yang dilakukan pasti mempunyai dampak dan efek samping. Kita sadar bahwa kita ada di dunia ini dan adanya kita di muka bumi ini adalah sebagai pengemban tanggung jawab yang besar. Kita diciptakan dan diturunkan ke bumi sebagai khalifah Sang Pencipta yang benar-benar mengemban semua tugas-tugas.

 

Kita juga tahu dengan asal usul ini semua, tapi pernahkah kita sadar dengan apa yang telah kita perbuat. Pernahkah kita sadari bahwa kita telah melakukan hal yang menyimpang dari kodrat kita sebagai manusia yang tercipta paling sempurna. Manusia yang mempunyai perasaaan dan tanggung jawab, makhluk yang bersosial dan selalu bergantung dengan makhluk lainnya baik dengan manusia itu sendiri ataupun makhluk-makhluk lainnya. Di mana kita tidak dapat bertahan hidup di dunia ini tanpa bantuan orang lain dan wujudnya alam semesta ini.

 

Tapi kita hanya bisa diam dan menonton Kita tidak dapat berbuat apa-apa. Sementara banyak kerusakan-kerusakan di muka bumi ini telah terjadi disebabkan oleh tangan-tangan jahil manusia yang sebenarnya tidak patut dikatakan sebagai manusia. Berapa banyak orang yang telah mati dan terbunuh. Berapa banyak orang yang kelaparan, kehausan, ketakutan dan kehilangan tempat tinggal. Apa yang telah kita lakukan untuk merubah semua itu. Mana rasa tanggung jawab kita, mana rasa kepedulian sosial kita ? Semua hanya bisa terdiam dan termenung, sementara kemiskinan telah menyebar dan merajalela di mana-mana. Sungguh Ironis ! Atau kita memang terlalu sibuk dan tak pernah ambil peduli sehingga melupakan semua derita yang dialami mereka.

 

Amerika yang dibangga-banggakan dengan negara super power, polisi dunia dan sebagainya dan sebagainya. Sadarkah kita bahwa sebenarnya mereka telah mempermainkan dunia dan juga umat islam khususnya. Pernahkah kita lihat bahwa amerika ataupun PBB berhasil menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi orang-orang miskin eitophia dan orang-orang lemah lainnya. Dan sudah berapa banyak PBB telah memperjuangkan hal-hal lainnya hanya demi kepentingan Amerika dan orang-orang kafir.

 

Mereka sibuk mengemukakan kepentingan HAM sehingga sibuk mengadakan seminar-seminar yang selalu menegur dan menghimbau negara-negara lainnya untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan HAM. Tapi, pernahkah mereka melaksanakan semua itu. Adakah mereka berhasil mengatasi masalah kemiskinan yang melanda di Afrika sana. Mana bukti dari semua omongan itu. Apakah pemimpin-pemimpin negara di dunia ini sadar. Dan di manakah pemimpin-pemimpin negara arab yang selalu membawa-bawa agama Islam. Apakah mereka sadar bahwa mereka telah diperbodoh dan diperbudak oleh pikiran-pikiran barat yang sok modern.

 

Setelah kita lihat semua ini, tahukah kita di mana keberadaan pemimpin-pemimpin kita yang dikatakan manusia bersosial, yang mempunyai perasaan dan tanggung jawab. Sementara mereka sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing.

Rusia sibuk menjual senjatanya, Jepang sibuk dengan teknologi mutakhirnya, dan negara-negara Arab sibuk dengan  minyak berikut argila-nya / Syisya-nya.

Mereka selalu sibuk memikirkan penjualan senjata dan majunya teknologi, sementara tidak pernah melihat masyarakat yang kedinginan dan tidak mempunyai tempat tinggal. Apa artinya dunia modern kalau kita masih melihat banyaknya negara-negara yang dilanda kemiskinan dan banyaknya masyarakat yang sama sekali tidak pernah merasakan kenyang ataupun nikmatnya tidur di atas kasur ? Bisakah kita mengatakan bahwa dunia sudah modern ?

 

Sebagai umat Islam yang benar-benar paham akan tugasnya sebagai Khalifah di muka bumi ini dan sebagai manusia yang dilebihkan dengan akal sehatnya, tentu sangat prihatin dengan melihat kejadian di atas sehingga akan membuat kita bertanya dalam diri kita sendiri, “untuk apa kita ada di dunia ini ?”. Apa fungsi wujudnya Amerika yang selalu disebut-sebut sebagai polisi dunia. Dan ke manakah hasil kekayaan-kekayaan para pemimpin arab itu digunakan. Bisakah kita mengatakan mereka adalah seorang pemimpin ataupun pembesar sementara banyak urusan yang belum diselesaikan. Ditambah lagi dengan tidak suksesnya program yang direncanakan PBB dan orang-orang yahudi untuk memerdekakan negara Palestina.

Kita sudah tahu dan mengerti dengan Firman Allah SWT yang mengatakan :

 

و لن ترضى عنك اليهود ولن النصارى حتى تتبع ملّتهم

 

Kalau kita benar-benar bisa memahami akan ayat di atas. Maka, keberadaan umat Islam sebagai Khalifah dan penengah yang bijaksana pasti terlaksana. Kita tidak akan melihat lagi pemimpin-pemimpin arab yang hanya membawa-bawa agama Islam sebagai tameng negaranya. Kita tidak hanya menyaksikan perkumpulan negara-negara Islam ataupun OKI sekedar mengadakan muktamar yang Cuma membicarakan pentingnya perdamaian di Palestina dan lainnya. Dan kita juga tidak akan pernah melihat lagi Syuhada yang berjatuhan di Palestina.

 

Memang kita tidak boleh ceroboh dalam melaksanakan segala sesuatu. Kita juga tahu bahwa semuanya harus terprogram dengan baik. Dan kita juga sadar bahwa setiap perubahan itu memerlukan waktu. Tapi, sampai kapan kita harus menunggu ? Kapan kita akan menikmati keberhasilan dan kebangkitan umat Islam kalau sampai sekarang tak seorangpun yang mau memulainya ?

Kita harus akui bahwa selama ini kita tidak pernah mau dan tidak rela jika kita dikatakan seorang pencuri ataupun pengkhianat, karena kita tidak pernah melakukan pencurian dan penghianatan. Dan kita selalu berusaha bahkan memperjuangkan dengan segala kemampuan kita untuk menepis semua tuduhan tadi. Namun, pernahkah kita hayati bahwa kita selalu membantah kalau kita dikatakan bukan manusia sementara kita belum pernah sekalipun melakukan perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh seorang manusia. Sampai kapan kita terus mempertahankan kemunafikan ini semua ?

Wallahu A’lam.